kini ku tersadar
telah jauh ku melangkah
kini ku resah
muhasabah hati
biar waktu jadi saksi
aku yang mengharap
hanya pada-Nya
suatu saat nanti
Minggu, 19 Juli 2009
...
sekian lama aku hidup
bodoh sekali baru sadar
aku sungguh lemah
tak sekuat seharusnya
sisi itu sungguh
resah mengharap
tak kuat menahan
kusandarkan pada-Nya
bodoh sekali baru sadar
aku sungguh lemah
tak sekuat seharusnya
sisi itu sungguh
resah mengharap
tak kuat menahan
kusandarkan pada-Nya
entahlah
ketika kutersadar
telah jauh
terlampau jauh
mengusik jiwa
tebalnya hijab itu
tingginya dinding itu
membuatku selalu bertanya
dan hanya menjawab
entahlah
telah jauh
terlampau jauh
mengusik jiwa
tebalnya hijab itu
tingginya dinding itu
membuatku selalu bertanya
dan hanya menjawab
entahlah
Jumat, 17 Juli 2009
ku
Kenapa harus mencintainya
jika dia tidak mungkin untukku
kenapa terus bertemunya
jika hanya angan tertambah
tanpa harapan
mencintai itu menyedihkan
menyedihkan tak terelakkan
padahal ia ada pemiliknya
padahal dia tercipta dari tulang rusuk yg lain
bukan aku
mungkin cinta tak harus memiliki
tapi bukankah lebih baik tak usah cinta
karena melihatnya hanya mengiris hati
dengan bayang-bayangnya
yang semu
tapi hati harus setegar karang
karena hidup akan terus berputar
dan tak ada yang perlu disesali
karena masih ada maha cinta
yakni cinta-Nya
innallaha ma anna
jika dia tidak mungkin untukku
kenapa terus bertemunya
jika hanya angan tertambah
tanpa harapan
mencintai itu menyedihkan
menyedihkan tak terelakkan
padahal ia ada pemiliknya
padahal dia tercipta dari tulang rusuk yg lain
bukan aku
mungkin cinta tak harus memiliki
tapi bukankah lebih baik tak usah cinta
karena melihatnya hanya mengiris hati
dengan bayang-bayangnya
yang semu
tapi hati harus setegar karang
karena hidup akan terus berputar
dan tak ada yang perlu disesali
karena masih ada maha cinta
yakni cinta-Nya
innallaha ma anna
Minggu, 05 Juli 2009
hitam..putih..
di sudut sebuah sudut
tak terasa selalu terbayang
sebuah bayang-bayang
elok tak terduga
bayang-bayang hitam
indah memesona
tak terbendung
runtuhkan tembok hati
berharap hanya sekali
tapi ia bertubi-tubi
tak terhenti
merasuki kalbu
bayang-bayang putih
oh indahnya
menerobos kalbu
mengusik jiwa
tak terasa selalu terbayang
sebuah bayang-bayang
elok tak terduga
bayang-bayang hitam
indah memesona
tak terbendung
runtuhkan tembok hati
berharap hanya sekali
tapi ia bertubi-tubi
tak terhenti
merasuki kalbu
bayang-bayang putih
oh indahnya
menerobos kalbu
mengusik jiwa
Langganan:
Postingan (Atom)
